Polemik Warisan Michael Jackson, Anak Tempuh Jalur Hukum

Daftar Isi
Jakarta, meohaybotui Indonesia
—
Putri mendiang
Michael Jackson
, Paris Jackson, resmi menempuh jalur hukum untuk menuntut pembagian warisan ayahnya sebesar US$600 juta. Gugatan itu diajukan ke Pengadilan Tinggi Los Angeles pada 29 Oktober.
Ia menuding John Branca selaku pelaksana eksekutor telah sengaja menghalangi dirinya dan saudara-saudaranya untuk menerima hak tersebut selama 17 tahun setelah Michael Jackson meninggal dunia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam dokumen yang diperoleh
Page Six
pada Senin (2/11), Paris mendesak hakim agar segera memerintahkan pihak pengelola warisan mencairkan dana ke Michael Jackson Family Trust.
Paris menuduh Branca telah “mencengkram kuat” soal aturan kapan dan berapa jumlah uang yang bisa diterima anak-anak Jackson.
Padahal, harta warisan itu dilaporkan telah menghasilkan keuntungan bersih hingga jutaan dolar selama belasan tahun terakhir.
Berdasarkan wasiat Michael Jackson yang meninggal pada 25 Juni 2008 saat berusia 50 tahun, anak-anaknya berhak atas pendapatan warisan sejak usia 21 tahun.
[Gambas:Video meohaybotui]
Mereka kemudian dijadwalkan menerima sepertiga dana perwalian di usia 30 tahun, setengah sisa bagian di usia 35 tahun, dan pelunasan penuh pada umur 40 tahun.
Saat ini, Prince akan menginjak usia 30 tahun dalam empat bulan ke depan, Paris bakal berusia 29 tahun pada April, dan Bigi genap 25 tahun pada Februari mendatang.
Namun, Paris menyebut amanat ayahnya itu tak pernah dijalankan dengan semestinya dan mereka hanya menerima pecahan dana yang nominalnya diatur sepihak oleh Branca.
Paris justru menuding Branca menggunakan kuasanya untuk meredam kecurigaan ahli waris, bahkan melakukan “litigasi agresif” hingga memotong tunjangan jutaan dolar usai ia protes sejumlah pemberian dana di luar kontrak tahun lalu.
“Pola perilaku dan pengelolaan seperti ini tidak boleh diteruskan,” bunyi petisi tersebut.
Di sisi lain, juru bicara pengelola warisan dengan tegas membantah tudingan penahanan dana. Mereka mengklaim lebih dari US$200 juta telah didistribusikan kepada Paris dan para penerima manfaat lainnya.
“Kuasa hukum Nona Jackson sangat memahami bahwa pihak pengelola tidak dapat mendanai yayasan amal maupun perwalian individu bagi para penerima manfaat secara penuh sebelum berbagai hambatan hukum terselesaikan, terutama sengketa yang masih berlangsung dengan otoritas pajak AS (IRS) yang menuntut pembayaran pajak dan denda sebesar $700 juta,” beber perwakilan tersebut kepada Page Six.
Pihak pengelola berdalih masalah pajak itu belum tuntas dan bisa berubah sewaktu-waktu, meski mereka sempat memenangi putusan pengurangan denda.
“Pihak pengelola harta warisan berharap semua masalah segera terselesaikan, sehingga yayasan amal dan perwalian dapat didanai sepenuhnya sesuai dengan keinginan Michael,” lanjut pernyataan tersebut.
Namun, Paris bersikeras bahwa pengelola memegang aset likuid yang lebih dari cukup.
Dalam dokumennya, ia membeberkan sederet transaksi raksasa, termasuk penjualan saham EMI Music Publishing ke Sony senilai US$287,5 juta pada 2018, penjualan Neverland Ranch sebesar US$22 juta pada 2020, hingga kesepakatan hak kekayaan intelektual dengan Sony senilai US$750 juta pada 2023.
Pihak pengelola sendiri melaporkan pendapatan kotor lebih dari US$2,5 miliar hingga Desember 2024, dengan simpanan kas menyentuh US$850 juta.
Setelah dipotong berbagai proyeksi kewajiban utang, Paris menghitung masih ada sisa sekitar US$600 juta yang menganggur dan siap dibagikan.
Mengacu pada hukum California yang memprioritaskan percepatan pembagian aset kepada penerima manfaat, Paris mendesak pengadilan segera memaksa Branca menyerahkan dana ratusan juta dolar tersebut.
Sengketa pelik ini dijadwalkan berlanjut ke meja sidang pada Desember mendatang.
(jaz/chri)
Baca lagi: Gempa M 6,1 Guncang Lepas Pantai Tokyo Jepang
Baca lagi: Aksi Tak Senonoh Penumpang Wanita Mabuk, Maskapai Rugi Rp486 Juta
Baca lagi: Minuman yang Bantu Redakan Lendir Usai Terpapar Abu Vulkanik
Điều Cần Biết Mẹo hay bỏ túi Squaland
Mua Bán Squaland
Nhà Tốt Squaland
News Squaland