Novel Sally Rooney Dilarang di Inggris, Toko Irlandia Turun Tangan

Daftar Isi
Jakarta, meohaybotui Indonesia
—
Jaringan toko buku di Irlandia turun tangan menyediakan jalur distribusi alternatif untuk karya-karya penulis
Sally Rooney
.
Langkah tersebut diambil guna merespons kesulitan para pembaca di Inggris dalam mendapatkan novel sang penulis menyusul polemik pandangan politiknya terkait dukungan dana ke Palestina.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penerbit Faber sebelumnya resmi mengumumkan penghentian distribusi novel Rooney di pasar Inggris sejak pertengahan Oktober. Keputusan itu memicu kelangkaan stok fisik sejumlah buku best seller miliknya, mulai dari Beautiful World, Where Are You, Normal People, hingga Intermezzo.
Masalah tersebut mencuat usai Rooney secara terbuka berencana menyumbangkan hasil penjualannya kepada Palestine Action.
Organisasi pro-Palestina itu telah dilarang pemerintah Inggris sejak Juli 2025 di bawah Undang-Undang Anti-Terorisme, sejajar dengan Hamas dan Hizbullah.
Situasi tersebut membuat Faber terbentur aturan hukum, lantaran menyumbangkan dana kepada kelompok itu dikategorikan sebagai tindakan ilegal di Inggris.
“Menjual karya seorang penulis namun tidak dapat menyerahkan penghasilannya adalah situasi yang tidak dapat diterima oleh pihak penerbit,” terang Faber dalam pernyataan resminya.
[Gambas:Video meohaybotui]
Celah dari blokade itu yang dimanfaatkan oleh Doherty, pemilik Little Acorns Bookstore di Londonderry.
Lokasi tokonya yang berada di wilayah Inggris, tapi berbatasan langsung dengan Republik Irlandia memungkinkannya memasok buku secara legal dari distributor Irlandia, di mana organisasi Palestine Action tidak dilarang.
“Kami tidak dilarang menjual buku-buku tersebut. Kami masih bisa mengaksesnya,” ungkap Doherty kepada AFP.
Ia kini melayani pesanan novel-novel itu untuk para pembaca yang tersebar di berbagai tempat, termasuk menjangkau pembeli di wilayah Inggris.
Alih-alih meredupkan popularitas sang penulis, polemik pembatasan ini justru mendongkrak angka penjualan secara gila-gilaan.
Toko buku Kenny’s di Galway bahkan melaporkan lonjakan pembelian novel-novel Rooney hingga sepuluh kali lipat tak lama setelah Faber menarik jalur distribusi.
Buku-buku Rooney kini sengaja dipajang secara mencolok di meja depan toko Doherty dan sukses memancing atensi banyak warga.
“Saya kedatangan banyak pelanggan baru yang belum pernah berkunjung sebelumnya,” ujarnya. “Buku yang dilarang justru menjadi buku yang dibeli.”
Namun, bagi Doherty, kontroversi pelarangan distribusi sastra ini membangkitkan memori suram tentang sejarah penyensoran penulis di Irlandia pada masa lalu.
“Rasanya kita justru mundur ke belakang, bukan melangkah maju,” keluhnya.
Di sisi lain, sikap berbeda ditunjukkan oleh toko buku Bard Books di London. Setelah stok fisik novel Rooney di sana ludes terjual dalam beberapa hari, mereka memutuskan setop mendatangkan pasokan tambahan demi solidaritas, sejalan dengan langkah yang diambil Faber.
Perwakilan Bard Books, Vicki Shenkin Kerr, tak memungkiri daya pikat sang penulis karena sukses menangkap esensi zaman saat ini dengan gaya khasnya.
Meski begitu, ia sepakat bahwa pihak toko tidak nyaman meraup untung dari penjualan buku jika penulisnya sendiri tak bisa menerima royalti tersebut.
“Ini terasa seperti sebuah upaya pembungkaman,” tegas Kerr.
Sementara distribusi buku Rooney di Inggris masih tersendat, nasib pelarangan terhadap kelompok Palestine Action kini tengah diperjuangkan di meja hijau.
Salah satu pendiri kelompok tersebut, Huda Amorim, tengah menempuh jalur hukum dan dijadwalkan menjalani sidang banding di Mahkamah Agung Inggris pada Rabu dan Kamis pekan ini.
(chri)
Baca lagi: Dibantai Como 1-9, Pemain Lens Tak Kuasa Tahan Tangis usai Laga
Baca lagi: Katy Perry Sebut Justin Trudeau Hadiah Terindah Saat Hidupnya Berat
Baca lagi: Spesifikasi Africa Twin Baru: Cc Naik, Bawa Radar dan Honda Sensing
Điều Cần Biết Mẹo hay bỏ túi Squaland
Mua Bán Squaland
Nhà Tốt Squaland
News Squaland